Wednesday, April 11, 2012

Menjemur Pakaian bersama Bunda

2 comments

Setiap pagi bunda selalu mencuci pakaian-pakaian kotor yang sudah
menumpuk di bak. Pakaian selama 1 hari yang harus dicuci karena sudah
kena ompol Arjuna. Kata bunda kalau ga dicuci nati pakaian kami bisa
bau dan berjamur.

Setelah mencuci, bunda langsung mengeringkan pakaian di mesin cuci.
Bunyi mesin itu seperti pesawat
terbang....WRRRRRRRRRRRRRRRRUUUUUURRRRRRRRRDDDDRRR......, membuat Juna
terbangun.
"Bundaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak Juna.
"Iya sayang, sebentar ya..," jawab bunda.
"Buuuuuuuunnnnnnnnnnnddddddddddaaaaaaaaaaa......,"juna berteriak
lagi,"bundaaaaaa dimanaaaa?"
"Bunda di dekat kolam, juna kesini aja."
"Bunda ngapain seh?"
"Bunda mengeringkan pakaian, trus mau menjemur juga."

Lalu setelah pakaian kering, bunda mengangkat dan menaruhnya kembali
di bak. Biasanya juna ikutan mengambil pakaian kering di mesin cuci,
walaupun belum sampai, tangannya terus menggapai dan mencari pakaian.
Seringkali bunda melarang, tapi juna ga mau dengar. Setelah semua
pakaian ada di bak, bunda pun mengangkatnya ke tempat jemuran.

"Bunda, sini juna bantuin, juna udah kuat kog," pinta juna.
"Boleh, yuk kita nagkat bareng-bareng, juna di sebelah situ ya,
hati-hati jalannya."
"Iya bunda, juna bisa kog, juna khan udah pinter ya bunda."
Bunda hanya tersenyum dan mengangguk.

"Bunda......., juna mo ngejemurin baju. Bajunya yang mana bun?" tanya juna.
"Itu baju kuning punya juna, coba dijemur, ini gantungan bajunya."
"Iya bunda. Lehernya mana bun, kog ga ada lehernya seh, kog susah seh,
bunda knapa susah seh....?"
"Ini lehernya, coba masukin gantungannya."
Juna memasukkan gantungan baju ke leher baju itu dan .........good
job.....juna bisa....horeyyyyyyyyy teriak juna. Lalu, juna berusaha
menggantungkan jemurannya di tiang jemuran.
hhhhhhop............hhhhhhhhhhhhop.............hhhhhhhhhhhhhhhhoooooooop....
Juna melompat-lompat dan berkata kalau dia tidak bisa mengkaitkan
jemurannya.
Juna pasti bisa kog, kata bunda memberikan semangat. Ayo juna, coba lagi......
HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHOOOOOOOOOPPPPPPP..........yeah.......juna bisaaaaa!!!!!
Juna sudah besarrrrrrrrrrrrrr, seru juna senang.

"Juna sudah pintar ya," seru bunda sambil mengelus rambut juna.
"Iya donk bunda, juna pinter, juna bisa jemur baju juna. Ada lagi ga
bunda?" kata juna
"itu masih ada, juna mau bantu bunda lagi?"
"iya donk, juna mau bantu bunda, biar bunda ga cape."
"Makasih ya sayang."

Sejak hari itu hampir setiap pagi kalau bunda menjemur pakaian, juna
selalu menbantu dan hari demi hari juna tambah pinter menjemur
pakaiannya. Bunda pun jadi lebih cepat selesai.

Terima kasih adek Juna..........we love you so much........

Tuesday, April 10, 2012

Perjalanan dengan bis ke Bandung

0 comments
"Adek Juna.........yuk siap-siap, kata ayah nanti sore kita mo ke
Bandung," kata kakak nindy dengan wajah yang berbinar-binar.
Kota bandung menjadi tempat yang favorit untuk liburan kakak karena
disanalah pertama kali kakak mengecap bangku sekolah dan mengenal
banyak teman. Walaupun sebenarnya teman terdekatnya hanya 2 orang,
tetapi mereka sudah seperti sodara. Dulu sewaktu masih di Bandung,
kegiatan sehari-hari mereka adalah bermain dan belajar bersama, baik
itu di sekolah maupun di rumah.

"Adek, nanti di rumah Bandung, kita main ya sama aa n'day dan adi.
Kita main petak umpet, lari-lari keliling rumah, main bola, main tanah
di depan rumah, trus kita ke lapangan yach, jalan-jalan lihat pesawat.
Pokoknya asyik dech kalo di Bandung, seru...........," tambah kakak
nindy.
"Kakak nindy, juna juga mo mainan ma adi, main bola aja, tendangan si
madun yach.....," juna berkata dengan semangatnya.

Sementara bunda mempersiapkan segala keperluan untuk di Bandung,
mereka bersiap-siap sambil terus berceloteh tentang rencana-rencana
mereka selama disana.

Saat terdengan deruman motor ayah, mereka pun berlari dan menyambut
ayah di depan garasi.
"Ayah pulang........bunda....ayah dah pulang, hore......kita berangkat
ke Bandung sekarang," teriak nindi dan juna.
Ayah tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala dan berkata,"ayah
baru sampai dari kerja, ayah istirahat sebentar yach."
"G boleh! Juna mo naik bis gede sekarang!"
"Iya, kita akan naik bis gede hari ini, tapi boleh ya ayah duduk
sebentar, ganti baju, trus makan siang sama bunda."
"Ayah ga boleh makan! Juna mo pergi sekarang!"
"Adek Juna, kita berangkatnya jam 4 ya, sekarang ayahbunda mo ganti
baju dulu. Adek Juna makan siang dulu, biar tidak laper di bis, okay?"
lerai bunda.
Juna mengangguk dan ayah pun membersihkan badan dan mempersiapkan diri.

Pukul 4:00 WIB hari jumat sore, kami pun melangkahkan kaki keluar
rumah dan berangkat ke Bandung. Perjalanan di angkot menuju terminal
lebak bulus yang cukup panjang membuat nindi dan juna terlelap. Cuaca
yang panas dan kemacetan Jakarta tidak membuat mereka terusik.
Keringat yang bercucuran dan pakaian yang lembab tak juga dihiraukan.
Keletihan bermain saat dirumah membuat mereka lelap tertidur.
Sampai di terminal bis, mereka terbangun dan berjalan menuju bis,
senang sekali tampaknya. Juna berceloteh banyak bis gede, menyerbu
kami dengan pertanyaan-pertanyaannya yang lucu. Nindy bercerita
tentang kegiatannya dulu waktu sekolah di bandung.

"Bunda.....lihat ada polisi.....kenapa polisinya berdiri di jalanan?
mo atur bis ya bunda???" tanya Juna.
"iya sayang."
"Juna, tuch ada terowongan.....," teriak kakak
"Terowongan...gelap.....tutup mata......."
Juna mulai menghitung 1, 2, 3, 4, 5, ............ ada
baduuuuuuuuuuuuuuut teriak Juna.
"Juna mo sama ayah ya bunda......, ayah pangku donk, ayah tadi ada
terowongan, Juna takut, gelap soalnya. Ayah, juna mo ke bandung, di
bandung ada siapa seh?"
"iya, di bandung ada teman-teman juna ma kakak, ada pakde dan bude jg."
"emank juna mo ke rumah siapa seh, " tanya Juna.
"kita mo ke rumah mbah."

Ayah terlihat mengantuk dan berusaha untuk memejamkan mata sejenak,
namun sayangnya Juna tidak mau berhenti bicara, semua yang dilihatnya
dikomentari, tidak ada yang terlewat. Sementara bunda menyuapi nindy
dan juna dengan makanan dan minuman, celotehan mereka mengiringi
deruman bis dan suara hujan diluar sana.

Tidak terasa perjalanan sudah sampai tol cipularang, dan suara nindy
dan juna sayup-sayup menghilang. Celotehan berganti dengan suara nafas
pelan teratur.......akhirnya mereka tertidur juga kata ayah sambil
mengelus kepala juna dan nindi.
"Ayah bobo aja sekarang, lumayan istirahat sebentar sebelum mereka
terbangun lagi dan g berhenti bicara."
"Iya bunda, bunda juga berusaha bobo ya."

Perjalanan sunyi pun dilalui dan 4 jam sudah terlewati. Terminal leuwi
panjang sudah di depan mata. Ayah membangunkan nindi dan menyiapkan
tas supaya tidak tertinggal.
Juna juga terbangun dan mulai berceloteh,"Kita dah sampai y ayah, yuk
turun sekarang."
"Sebentar lagi y juna, tuch di depan kita turun."
"Juna mo pake sepatu, mana sepatu juna seh, ayuk ayah kita turun, yuk
bunda, kakak ditinggal aja dech."
"loch.......................nanti kakak nangis kalo ditinggal, masak
kakak sendirian..."
"biarin aja!!!! abis kakak g mo bangun."
"kakak dah banguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Juna nakal!!!!!" teriak kakak nindy sambil mencubit Juna.
"auw.........sakit.....bundaaaaaaaaaaaaaaaa, kakaka\ nyubit
juna!!!!!!!!!!!!!!!!!!" tangan juna terulur siap mencubit kakaknya.
Juna, kakak, ayuk turun, g boleh cubit-cubit, nanti bisnya g berhenti seru ayah.

Tiba-tiba Juna teriak,"kiriiiiiiiiiiii pak sopir.................Juna
mo turun................."
Ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttttttttttt suara rem
bis berbunyi mengagetkan, pak sopir pun geleng-geleng kepala dan bis
berhenti.
Ayah dan bunda hanya bisa meminta maaf ke pak sopir dan semua
penumpang, untungnya pak sopir ga marah......alhamdulillah....

Juna................Juna...............................sekarang dah
sampai Bandung........

Tuesday, April 3, 2012

Mengantar Bunda Kerja

0 comments
Kemarin saat pulang sekolah Nindy kaget karena ternyata yang jemput
Nindy bukan cuma bunda dan Juna, tapi ada ayah:-) Nindy senang banget,
karena biasanya ayah ga bisa jemput Nindy karena ayah selalu bekerja.
Kata ayah, tempat kerjanya cukup jauh, jadi ga bisa antar-jemput, tapi
ayah selalu menyempatkan mengantar Nindy sekolah.

Nindy senang banget saat pulang sekolah nindy bisa bermain sama ayah,
bunda dan Juna. Kami bermain, menonton TV, bercanda bersama. Tapi,
hari ini Bunda ga bisa seharian di rumah. Hari ini jadwal bunda kerja.
Jam 12 siang bunda harus sudah di kantor. Ayah bilang mo antar bund,
trus ayah meninabobokan adik Juna. Seperti biasa ayah menggunakan
jurus jitunya. Ayah menggendong dan menyanyikan lagu kesukaan Juna,
AyahBunda (nindy ga tahu judulnya!). Ayah pun mulai bernyanyi,"Bila
kuingat ayahbunda, bunda piara-piara akan daku sehingga aku
besarlah....Waktu ku kecil, hidupku, amatlah senang, senang
dipangku-dipangku, dipeluknya, senang dicium-dicium dimanjanya,
namanya kesayangan....."
Ga lama, Juna pun bobo. Bunda siap-siap bekerja. Trus, ayah tanya apa
Nindy mo ikut antar bunda. Nindy bilang mo banget. Trus, nindy
dipakaikan jaket sama topi kupluk merah dan kacamata.

Akhirnya kami berangkat, ayah-bunda dan aku naik motor. Perjalanan
kami lancar, sampai akhirnya di Ulujami, dekat lampu merah ada tulisan
"CIPULIR BANJIR!" Yah.....terhalang dech....trus bunda bilang ke ayah
untuk belok ke arah joglo. PErjalanan dilanjutkan....bunda bilang
jalannya tambah jauh, soalnya muter.

Aku senang jalan-jalan naik motor, tapi......ugh.....debunya itu
membuat mataku kelilipan, Sampai di depan superindo, ternyata jalannya
ke rendam banjir.....
wuzzzzzzzzzzzzzz......................angkat
kaki..........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!, teriak
ayah
"Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee,
basah..............!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!.
teriakku
"Nindy, itu lihat kalinya, airnya meluap.........,' teriak bunda
"Banjir bunda........," kataku

Aku senang sekali karena melihat air banyak banget, tapi aku juga
sedih karena kata ayah, banyak rumah yang kerendam banjir. Bahkan bude
Sri ga bisa bekerja, karena sekolahannya banjir, jadi libur, rugi dech
ga belajar........ Ayah juga ga kerja karena banjir. Jalanannya
terendam, dan jalan alternatif yang ayah tahu ditutup sama Polisi. So,
macet total, ayah jadi telat, trus milih pulang aja lagi.

Ternyata hujan bisa merugikan yach........tapi Nindy rasa bukan hujan
yang merugikan, tetapi karena kita yang suka membuang sampah
sembarangan, suka menebang pohon sembarangan, trus ga mau menanam
pohon.

Kata bunda, sampah harus dibuang di tong sampah. Bahkan kalau kita ga
menemukan tong sampah, kita simpan aja dulu sampahnya di tas, supaya
nanti bisa dibuang di tempatnya. Nindy suka lihat orang-orang buang
sampah di kali. Dulu rumah Nindy dekat kali, dan banyak banget sampah
disitu. Akibatnya kalau hujan deras, kali itu meluap, rumah-rumah
kerendam, orang-orangnya mengungsi, barang-barangnya ada yang hanyut.
Trus, kata teman-teman, suka ada ular kelihatan loch....ih ngeri......

Yuk, teman-teman, kita buang sampah ditempatnya yach....
KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI IMAN..................
KEBERSIHAN ITU PANGKAL KESEHATAN..................

Wednesday, March 28, 2012

CERITA ANAK

0 comments

I love reading and listening to stories, any kinds of them, but mostly
I prefer stories of princess. Every day I read story book Bunda (or
aunts) gave me, I love them all. If I dont wanna read it by myself, I
asked Bunda to read. I love listening to BUnda's voice when she reads.
She can speak soft, slow, but suddenly scream or laugh loudly. She
says she follows the way the actors in the stories act or speak. I
really enjoy her way of telling storie, even now my brother also
imitates Bunda's ways.

This is one of the story Bunda read for me...........


Ucapan Ajaib Dari Peri

Dahulu, ada seorang janda yang memiliki dua anak perempuan. Anak yang
sulung angkuh dan pemarah seperti ibunya, sedangkan yang bungsu manis
dan lemah lembut.

Sang ibu sangat memanjakan anaksulung nya yang memiliki sifat yang
mirip dengannya, dan memperlakukan si bungsu dengan sangat buruk. Si
bungsu disuruhnya melakukan hamper semua pekerjaan di rumah. Salah
satu dari tugas si bungsu yang malang adalah berjalan kaki 1 kilometer
jauhnya ke sebuah mata air dan membawa pulang air dalam sebuah ember
besar.

Pada suatu hari saat si bungsu sedang mengambil air di mata air,
seorang wanita tua datang dan meminta air untuk minum.

"Tunggu sebentar, akan kuambilkan air yang bersih untuk Ibu," kata si
bungsu kepada wanita tua itu. Diambilnya air yang paling jernih dan
bersih, lalu diberikannya kepada wanita tua itu dengan menggunakan
teko air agar dapat dengan mudah diminum.

Wanita tua yang sebenarnya adalah seorang peri itu berkata, "Kamu
sangat sopan dan suka menolong, jadi akan kuberikan keajaiban untukmu.
Setiap kata yang kamu ucapkan akan mengeluarkan sekuntum bunga, batu
permata, dan mutiara dari mulutmu."

Si bungsu tidak mengerti maksud wanita tua itu. Ia hanya tersenyum
lalu berpamitan dan berjalan pulang.

Sesampainya di rumah, ibunya memarahinya karena terlalu lama
membawakan air. Si bungsu meminta maaf kepada ibunya dan menceritakan
kejadian yang dia alami, bahwa ia menolong seorang wanita tua yang
kemudian memberinya keajaiban. Selama si bungsu bercerita,
bunga-bunga, batu permata dan mutiara terus berjatuhan keluar dari
mulutnya.

"Kalau begitu, aku harus menyuruh kakakmu pergi kesana." Kata sang
ibu. Lalu disuruhnya si sulung untuk pergi ke mata air dan apabila
bertemu dengan seorang wanita tua, disuruhnya si sulung untuk bersikap
baik dan menolongnya.

Si sulung yang malas tidak mau pergi berjalan kaki sejauh itu. Namun
dengan tegas, ibunya menyuruhnya pergi, "Pergi kesana sekarang
juga!!!" sambil menyelipkan wadah air dari perak ke dalam tas si
sulung.

Sambil menggerutu si sulung berjalan menuju mata air. Saat tiba
disana, ia berjumpa dengan wanita tua itu. Tapi kali ini wanita tua
itu berpakaian indah bagaikan seorang ratu. Lalu, wanita tua itu
meminta minum kepada si sulung.

"Apa kamu kira aku datang sejauh ini hanya untuk memberimu minum? Dan
jangan pikir kamu bisa minum dari wadah air perakku. Kalau mau minum
ambil saja sendiri di mata air itu!" kata si sulung kepada wanita tua
itu.

Karena sikapnya yang kasar, wanita tua yang sebenarnya seorang peri
itu mengutuknya. "Untuk setiap kata yang kamu ucapkan, seekor katak
atau ular akan berjatuhan keluar dari mulutmu!"

Saat tiba di rumah, si sulung menceritakan apa yang dialaminya kepada
ibunya. Saat bercerita, beberapa ekor ular dan katak berjatuhan keluar
dari mulutnya.

"Astaga!", teriak ibunya jijik. "Ini semua gara-gara adikmu. Di mana dia?"

Sang ibu lalu pergi mencari si bungsu. Karena ketakutan, si bungsu
lalu lari dan bersembunyi di hutan.

Seorang Pangeran yang sedang berburu terkejut melihat seorang gadis
yang sedang menangis sendirian di hutan. Ketika Pangeran itu bertanya,
dengan tersedu-sedu si bungsu menceritakan apa yang terjadi. Saat
bercerita, bunga-bunga, mutiara serta batu permata pun berjatuhan dari
mulutnya.

Pangeran jatuh hati kepada gadis yang baik itu. Dan Pangeran juga tahu
ayahnya tidak akan keberatan mendapatkan seorang menantu yang baik
seperti itu, apalagi dengan mutiara serta batu permata yang terus
dihasilkannya. Maka Pangeran pun membawa si bungsu ke istana, lalu
mereka menikah dan hidup berbahagia.

Sementara itu di rumah, sikap si sulung menjadi semakin memuakkan, dan
ia pun terus menerus mengeluarkan katak serta ular dari mulutnya,
sampai-sampai ibunya pun mengusirnya dari rumah.

Karena ia tidak tahu harus kemana dan tidak ada seorangpun yang mau
menampungnya karena sifatnya yang buruk, ditambah dengan katak-katak
dan ular-ular yang terus keluar dari mulutnya, maka akhirnya ia pun
tinggal sendirian di tengah hutan.

CONDITIONAL SENTENCE

0 comments
Conditional (kalimat pengandaian)

Kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris dikelompokkan menjadi empat
jenis utama yaitu
1. conditional zero
2. conditional pertama
3. conditional kedua
4. conditional ketiga.

1. Zero conditional - digunakan untuk pernyataan dan fakta-fakta yang
dirasakan benar.

Bentuk : if + S + Verb 1 (present simple), S + verb 1 (present simple)
Contoh:
• If you need any help, just call me.
• If you run fast, you get tired.

Kedua klausa ini bisa diletakkan di awal maupun di akhir kalimat.
• "If it rains take an umbrella" - atau juga:
• "Take an umbrella if it rains."

Zero conditional sering digunakan bersama dengan kalimat perintah
(imperative). Contoh:
• If you feel sick, see a doctor.
• If you can't take the heat, stay out of the kitchen.

2. First conditional - digunakan untuk pernyataan dan fakta-fakta yang
akan menjadi kenyataan, jika kondisi tertentu dipenuhi.

Bentuk : if + S + verb 1 (present simple), S + will + verb 1
If + S + to be (am, is, are) + adj/adv/noun, S + will + verb 1
Contoh:
• If it's sunny, we'll go to the beach.
• If I have time, I'll meet you at work.
• If we don't go now, we'll be late.

Klausa ini bisa ditempatkan di awal maupun di akhir kalimat:
• "If he gets a new job we'll move to London."
• "We'll move to London if he gets a new job."

Pada first conditional, will merupakan sebuah modal verb yang
menunjukkan kepastian. Modal verb lainnya juga bisa digunakan untuk
menunjukkan berbagai tingkat kepastian.
Contoh:
• If you like Asian food, you'll love this restaurant. (Terdapat
peluang 100% anda akan menyukai restoran tersebut)
• If you like Asian food, you should like this restaurant. (80%)
• If you like Asian food, you might like this restaurant. (50%)
• If you like Asian food, you probably won't like this restaurant. (20%)
• If you like Asian food, you won't like this restaurant. (0%)

3. Second Conditional – digunakan untuk pernyataan atau fakta-fakta
yang mungkin tetapi tidak akan terjadi, jika kondisi tertentu
terpenuhi.

Bentuk : if + S + Verb 2 (past simple), S + would + Verb 1
if + S + were + adj/adv/noun, S + would + Verb 1
Contoh :
• If I found her address, I would send her an invitation.
• If I had a lot of money, I wouldn't stay here.

Klausa utama (main clausa) dapat diletakkan di awal kalimat, maka
penggunaan koma dihilangkan.
Contoh :
• I would send her an invitation if I found her address.

Were instead of Was
Pada Conditional Kedua, digunakan to be (were) – walaupun Pronoun yang
digunakan adalah I, he, she or it –.
Contoh:
• If I were you, I would not do this.
• If she were rich, she would buy that beautiful shoes.

Conditional Kedua mengacu pada situasi saat ini (Present). Suatu
kejadian akan terjadi jika situasi saat ini berbeda. Hal ini biasanya
lebih kepada imajinasi, karena kita tidak mengharapkan situasi saat
ini berubah, what would happen if …"(apa yang akan terjadi jika……).

Contoh:
• If I found her address, I would send her an invitation.
(I would like to send an invitation to a friend. I have looked
everywhere for her address, but I cannot find it. So now I think it is
rather unlikely that I will eventually find her address) – Saya akan
mengirim undangan ke seorang teman. Saya sudah mencari alamat dia,
tetapi saya tidak menemukannya. Jadi saya pikir kemungkinannya kecil
saya akan mendapatkan alamatnya dan mengirin undangan itu.

Contoh:
• If John had the money, he would buy a Ferrari.
(I know John very well and I know that he doesn't have much money, but
he loves Ferraris. He would like to own a Ferrari (in his dreams). But
I think it is very unlikely that he will have the money to buy one in
the near future) – Saya mengenal John dengan baik dan tahu bahwa dia
tidak mempunyai uang, tetapi dia sangat menyukai Ferrari. Dia sangat
ingin memilikinya. Tetapi saya pikir kemungkinannya kecil John
mendapatkan uang untuk membeli Ferrari.

4. Conditional Ketiga (Third Conditional)

Bentuk : if + had + Verb 3 (Past Perfect), S + would have + verb 3
Contoh:
• If I had found her address, I would have sent her an invitation.
• If I hadn't studied, I wouldn't have passed my exams.

Klausa utama dapat diletakkan di awal kalimat, tanpa penggunaan koma.
Contoh:
• I would have sent her an invitation if I had found her address.

Kegunaan
Conditional Ketiga mengacu pada situasi yang terjadi di masa lampau
(Past). Conditional Ketiga digunakan untuk pernyataan dan fakta-fakta
yang dapat terjadi di masa lalu, jika kondisi tertentu terpenuhi.
Namun situasi pada masa lampau sangatlah berbeda, kita hanya
membayangkan apa yang mungkin akan terjadi jika situasi lain
terpenuhi.

Contoh:
• If I had found her address, I would have sent her an invitation.
(Beberapa hari lalu saya ingin mengirimkan undangan ke seorang teman,
tetapi saya tidak dapat menemukan alamatnya. Jadi akhirnya saya tidak
mengirimkan undangan tersebut ke teman saya).

Contoh:
• If John had had the money, he would have bought a Ferrari.
(Saya sangat mengenal John dan saya tahu kalau John tidak mempunyai
uang yang cukup untuk membeli Ferrari kesukaannya. Jadi John tidak
pernah membeli Ferrari itukarena dia tidak memiliki uang).

Pengecualian untuk Kalimat Pengandaian ( Conditional Sentences )

Kita telah mempelajari aturan dasar dari kalimat pengandaian
(Conditional Sentence). Hal ini bergantung pada konteks kalimat dan
tenses apa yang digunakan. Jadi, bisa saja dalam Kalusa –if tipe
Pertama, tenses selain Present simple dapat digunakan, contohnya
Present Progressive atau Present Perfect.

Conditional Sentences Type I (likely)
Condition refers to: Future Action
IF Clause (Simple Present) If the book is interesting, …
Main Clause : Future I …I will buy it.
Imperative …buy it.
Modal Aux…you can buy it.

Condition refers to : Action going on now
IF Clause (Present Progressive) If he is snoring, …
Main Clause : Future I …I will wake him up.
Imperative …wake him up.
Modal Aux …you can wake him up.

Condition refers to: Finished action
IF Clause (Present Perfect) If he has moved into his new flat, …
Main Clause : Future I …we will visit him.
Imperative …visit him.
Modal Auxiliary …we can visit him.

Condition refers to: Improbable action
IF Clause (should + Infinitive) If she should win this race, …
Main Clause : Future I …I will congratulate her.
Imperative …congratulate her.
Modal Auxiliary …we can congratulate her.

Condition refers to : present facts
IF Clause (Simple Present) If he gets what he wants, …
Main Clause : Simple Present …he is very nice.


Conditional Sentences Type II (unlikely)

Condition refers to: present / future event
IF Clause : (Simple Past) - If I had a lot of money, …
Main Clause : Cond. I - …I would travel around the world.

Condition refers to : consequence in the past
IF Clause : Simple Past - If I knew him, …
Main Clause : Cond.II - …I would have said hello.


Conditional Sentences Type II (impossible)

Condition refers to: present
IF Clause : Past Perfect - If I had known it, …
Main Clause : Cond. I … - I would not be here now.

Condition refers to : Past
IF Clause : Past Perfect - If he had learned for the test, …
Main Clause : Cond. II - …he would not have failed it.

CONDITIONAL SENTENCE - TEST

0 comments
Tes Pemahaman Tentang Kalimat Pengandaian (Conditional Sentence)

Conditional Sentences Type I

Lengkapi Conditional Sentences Type I.
• If you (go) out with your friends tonight, I (watch)
the football match on TV.
• I (earn) a lot of money if I (get) that job.
• If she (hurry / not) , we (miss)
the bus.

Conditional Sentences Type II

Lengkapi Conditional Sentences Type II.
• If he (try) harder, he (reach) his goals.
• I (buy) these shoes if they (fit) .
• It (surprise / not) me if he (know / not)
the answer.

Conditional Sentences Type III

Lengkapi Conditional Sentences Type III.
• If we (listen) to the radio, we (hear)
the news.
• If you (switch) on the lights, you (fall / not)
over the chair.
• She (come) to our party if she (be / not)
on holiday.

Conditional Sentences Type I, II or III

Lengkapi Conditional Sentences berikut dengan bentuk yang tepat (Type
I, II or III).
• If I ___________ stronger, I'd help you carry the piano.
• If we'd seen you, we ______________________ .
• If we _______________ him tomorrow, we'll say hello.
• He would have repaired the car himself if he ______________the tools.
• If you drop the vase, it ____________________ .
• If I hadn't studied, I ________________the exam.
• I wouldn't go to school by bus if I _________________a driving licence.
• If she ________________him every day, she'd be lovesick.
• I ________________to London if I don't get a cheap flight.
• We'd be stupid if we ________________ him about our secret.

Wednesday, March 21, 2012

Komunikasi dengan Balita

0 comments
Komunikasi???? Seberapa seringkah anda berkomunikasi dengan anak-anak
anda selama ini???? Adakalanya, kita sering melupakan betapa
pentingnya komunikasi, saking sibuknya orang tua bekerja, sampai lupa
bahwa ucapan, candaan, teguran, sapaan lembut, pertanyaan klise,
sangatlah dinantikan oleh anak-anak, terutama bayi dan balita.

Saat pertama kali mengandung anak pertama, perasaan kaget karena
merasakan denyut jantung manusia lain di dalam tubuh kita, membuat
takjub dan membentuk suatu rasa kasih yang berbeda. Perasaan itu
membuat kita ingin memberikan yang terbaik untuknya.

Setiap hari sentuhan dan ucapan kasih akan terucap dari kita, sapaan
selamat pagi, ajakan saat kita mau makan dan minum, bahkan kita pun
menginginkan anak ini untuk bernyanyi bersama. Berbagai cara
komunikasi dilakukan untuk berinteraksi dengan anak ini, untuk
menyentuhnya dengan cinta, agar dia dapat merasakan kehadirannya
sangat dinanti.

TAk terasa 9 bulan berlalu, dan kelahirannya pun telah tiba. Bahkan
saat pertama kali menyentuh tangannya, ucapan cinta langsung mengalir
dari bibir kita. Saya ingat waktu itu setelah melahirkandan dokter
menyerahkannya pada saya, saya langsung berucap," Alhamdulillah,
cantiknya bunda dah lahir, putih sekali kamu nak, bunda sayang kamu."
Setiap hari komunikasi verbal dan non-verbal dilakukan, dengan
berbagai cara. Alhasil, Alhamdulillah, umur 1 tahun anakku bisa
berbicara cukup lancar dibandingkan anak-anak seusianya. Bahkan saat
ini dia berusia 5 tahun, dan kemampuan berbicaranya sangat
mengagumkan. So, bunda, jangan lupa ajak komunikasi/berbicara bayi
kita sejak dalam kandungan yach.........

Mengapa penting berkomunikasi dengan anak balita?

Berkomunikasi dengan anak bahkan sejak mereka baru lahir, adalah salah
satu pengalaman yang paling menyenangkan dan menjadi sebuah hadiah
luar biasa bagi orangtua maupun anak. Anak-anak akan sangat antusias
untuk belajar pada usia berapapun, menyerap informasi melalui
interaksi setiap hari dan pengalaman dengan anak lain, maupun orang
dewasa.


Bagaimana orangtua dapat berkomunikasi dengan anak balita?
Ketika anak dilibatkan dalam permainan dan percakapan interaktif, anak
dapat semakin tedorong untuk belajar. Membaca buku, bernyanyi, bermain
permainan kata-kata, atau mengajak bicara anak akan meningkatkan
perbendaharaan katanya, sekaligus memberinya kesempatan untuk melatih
keterampilan mendengarkan.


Dibawah ini terdapat beberapa saran yang dapat dilakkan untuk membantu
keterampilan komunikasi anak:

Bicara dengan anak mengenai kegiatan yang dilakukannya hari ini atau
kegiatan yang ingin dilakukan keesokan harinya. Misalnya: "Nak, sore
ini hujan ni, enaknya kita ngapain ya?" atau berdiskusi tentang
kegiatan hari ini pada saat mau tidur.

Bermain pura-pura.

Membacakan buku favoritnya berulang-ulang dan dorong anak untuk ikut
membaca kata yang ia tahu. Dorong juga anak untuk 'berpura-pura'
membaca (biarkan anak yang 'membacakan' buku untuk Anda).

Pola komunikasi anak kelompok usia 2-3 tahun
Antara usia 2-3 tahun, anak mengalami perkembangan berbahasa yang
sangat pesat. Meskipun setiap anak memiliki perkembangan yang
berbeda-beda, namun pada usia 2 tahun sebagian besar anak dapat
mengikuti arahan atau intruksi sederhana. Mereka juga dapat mengatakan
50-200 kata-kata. Pada usia 2 tahun, anak juga mulai menirukan apa
yang ia dengar dan mulai mengkombinasikan kata-kata walaupun masih
belum jelas.


Pada usia 2,5 tahun, seorang anak akan menguasai setidaknya 200 kosa
kata. Ia juga akan dapat mengikuti intruksi tambahan seperti "datang
ke ayah". Anak yang berusia 3 tahun akan memiliki kosa kata sebanyak
200-300 kata dan ia akan mulai mengabungkan kata-kata menjadi kalimat
pendek.


Pada keterampilan berbahasanya, saat ini anak-anak akan lebih mengerti
dan dapat mengucapkan kata-kata dengan lebih jelas. Mereka biasanya
mulai menggunakan bahasa pada percakapan singkat, biasanya dalam
bentuk pertanyaan-jawaban. Pada usia 3 tahun, anak sudah dapat
menggunakan bahasa secara baik, mencoba-coba merangkai kalimat,
mengungkapkan masalah yang dihadapinya atau memahami konsep-konsep.


Apa yang sebaiknya dilakukan, bila orangtua mencurigai adanya masalah
komunikasi pada anak?
Orangtua yang menduga atau mencurigai anaknya memiliki masalah
pendengaran, pengucapan kata atau kejelasan bicara, tak perlu segan
untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Tes pendengaran dapat
dilakukan sebagai diagnostik awal untuk menentukan apakah ada masalah
pendengaran.


Jika Anda mencurigai anak memiliki masalah pendengaran pada tahap
apapun, ia harus mendapatkan evaluasi. Usia 2 tahun bukanlah usia yang
terlalu dini untuk mengkonsultasikan anak ke terapis wicara, khususnya
jika anak tak dapat mengikuti perintah atau menjawab "ya" atau "tidak"
pada pertanyaan sederhana.


Setelah dilakukan evaluasi, terapis wicara atau speech-language
pathologist (ahli yang dapat mengevaluasi dan melakukan treatment
terhadap gangguan bahasa dan bicara) dapat merekomendasikan terapi
yang dapat diterima anak. Terapis juga dapat merujuk anak
developmental paediatrician jika ada kecurigaan adanya keterlambatan
perkembangan secara umum, misalnya keterlambatan di lebih dari satu
area perkembangan meliputi area motorik kasar, motorik halus, problem
solving, perkembangan bahasa dan sosial.


Masalah Komunikasi yang umum terjadi pada kelompok usia ini

Masalah komunikasi untuk anak usia 2-3 tahun meliputi:

Masalah pendengaran

Masalah mengikuti arahan/instruksi

Rendahnya jumlah kosakata (kesulitan mengingat kata-kata)

Kesulitan dalam pengucapan

Bicara masih tidak jelas

Keterlambatan keterampilan merangkai kata (Delayed acquisition of
phrasing skills)


Masalah seperti cadel, merupakan proses perkembangan yang biasanya
akan dapat dilalui oleh anak-anak. Jadi bukan masalah serius, karena
akan hilang seiring pertambahan usianya. Namun demikian, ada sebagian
anak yang membutuhkan terapi intensif yang mungkin diperlukan. Temui
terapi wicara, psikolog anak atau dokter anak Anda untuk mendapatkan
konsultasi, assesment atau penanganan yang tepat.

sumber: anmum

 

My Kidz Magazine Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipietoon | All Image Presented by Online Journal